Perfil

Fecha de registro: 13 oct 2022

Sobre...

Kuliner Khas Betawi Dikalangan Mahasiswa Kampus Jakarta




Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta pada Jumat, 16 April 2021, pukul 12.45 s.d. 14.20 WIB menggelar seminar Kajian Bahasa dan Budaya Betawi yang keenam dan berkolaborasi dengan narasumber Ibu Anisa Diah serta dosen Pengampu Bapak Sam Mukhtar Chaniago dan Ibu Tuti Tarwiyah menghadirkan tema masyarakat Betawi pada umumnya yaitu mengenalkan “Kuliner Betawi” yang bertajuk makanan khas Betawi dengan eksistensi yang ada di dalamnya. Pada kesempatan seminar kali ini juga dengan menggunakan tatap maya melalui Zoom Meetings acara dipandu oleh tim presentasi mahasiswa angkatan 2017 yang mengambil mata kuliah peminatan Kebetawian yang memaparkan topik kuliner yang ada dalam betawi.

Kue ape dan pepe memiliki perbedaan. Kue pepe berlapis-lapis terbuat dari tepung sagu dan tepung beras. Kue pepe ini yang sering dikope–kope kalau dibilangnya memiliki variasi warna juga berlapis lapis juga memiliki variasi warna hijau serta merah. Untuk Nasi Ulam sendiri itu, nasi yang tidak basah dan tidak dicampur dengan kuah akan tetapi di di dalamnya mengandung bumbu-bumbu ulam untuk menambah cita rasa dan kenikmatan, serta menggunakan campuran ikan pepes juga ikan teri.

Pengaruh dari budaya luar berkaitan tentang makanan hanya bumbu yang melengkapi masakan tersebut bukan bahan utuh makanan seperti semur jengkol yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bumbu ini ada yang terpengaruh dengan budaya luar seperti Arab. Secara penamaan saja, misal semur itu terpengaruh budaya luar akan tetapi untuk semur jengkol sendiri khusus makanan tersebut memang bercirikan khas masyarakat Betawi. Pembuatan semur betawi memang berbeda dari daerah Jawa atau Sunda. Pembuatannya sendiri memiliki beberapa tahapan dari mulai dikukus, digoreng, digeprek, baru dibumbuin lagi. Bumbunya saja yang terpengaruh budaya luar seperti pala, lada, dan cengkeh yang terpengaruh budaya luar.


NIKMATNYA KULINER KHAS BETAWI YANG MELEKAT DI HATI MASYARAKAT


Kuliner Betawi yang jarang ditemukan menurut narasumber juga harus dikenal masyarakat dan awam sebaiknya mencicipi. Sama dengan babanci untuk gabus pucung sendiri juga hanya ada di Betawi pinggiran, masyarakat tengah dan pesisir tidak mengenal kuliner ini sebab bahan dari gabusnya sukar ditemukan, biasanya hanya di daerah Depok dan Rawa Lumbu. Makanan lain yang beda karena perbedaan distrik wilayah itu Laksa. Laksa untuk Betawi pinggiran itu terpengaruh dengan daerah Bogor yang memakai oncom. Untuk kuliner Betawi tidak menggunakan oncom, biasanya untuk hajatan pernikahan dengan menggunakan ikan, udang, teri juga ayam. Sayur yang langka hanya ada di daerah Ciputat itu dengan bahan trubuk, trubuk ini hanya ada di pasar sekitar daerah Ciputat dan dinamakan sayur besan karena biasanya ini digunakan untuk acara pernikahan.

Salah satu makanan Betawi itu ali bagente dan tidak ada di daerah lainnya. Makanan ini berupa nasi kerak atau nasi kering yang dijemur. Nasinya digoreng dan diberi gula merah lalu dikeringkan dan dicetak sebagai camilan. Pada akhir seminar ini tambahan dari dosen pengampu yaitu Bapak Sam dan Ibu Tuti sebagai sebuah eksistensi budaya yang mendasari ciri khas budaya Betawi lokal sepatutnya masyarakat Betawi selalu menyebarkan dan memperluas keingintahuan masyarakat mengenai makanan khas Betawi yang wajib dikenalkan, dicoba, dilestarikan, menjadi sumber nilai ekonomis masyarakat, serta mengedukasi masyarakat sekitar untuk mencintai makanan kebetawian dengan mencantumkan dalam kanal media sosial seperti Youtube, aplikasi media sosial lainnya, serta dapat mempromosikan menjadi konten berciri khas kebudayaan lokal Betawi yang secara langsung dapat dipertontonkan masyarakat banyak agar hasrat dan kemauan kuliner Betawi dapat terus lestari serta terjaga.

Kuliner Kampus Istimewa Rasa Terlezat dan Murah

Más opciones